Artikel ini adalah sambungan dari artikel bagian kesembilan yang telah tayang sebelumnya, dengan judul: BUKTI NYATA BIBLE TAK LAGI OTENTIK ALIAS TELAH DIUTAK-ATIK DAN DIRUBAH OLEH MANUSIA (BAGIAN KESEMBILAN). Silahkan disimak:
Pemalsuan Bible Menurut Pandangan Para Teolog
Kelemahan, kekurangan, dan kepalsuan Bible sebenarnya sudah banyak diketahui oleh para teolog Kristen ternama. Dengan sikap adil, jujur, dan transparan, mereka memberikan statement tentang ketidak benaran dan ketidak konsistenan dalam Bible:
1. Dr.G.C Van Niftrik dan Dr. B.J Bolland:
"Kita tidak usah malu-malu, bahwa terdapat berbagai kekhilafan di dalam Bible; kekhilafan-kekhilafan tentang angka-angka perhitungan; tahun dan fakta. Dan tak perlu kita pertanggungjawabkan kekhilafan-kekhilafan itu pada caranya, isi Bible telah disampaikan kepada kita, sehingga kita akan dapat berkata: "Dalam naskah aslinya tentu tidak terdapat kesalahan-kesalahan, tetapi kekhilafan itu barulah kemudian terjadi di dalam turunan naskah itu." (Dogmatika Masa Kini, BPK Jakarta,1967, hal 298)
2. Dr. R. Soedarmo:
"Dengan pandangan bahwa Kitab Suci hanya catatan saja dari orang, maka diakui juga bahwa di dalam Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci denganbentuk sekarang masih dapat diperbaiki" (Ikhtisar Dogamtika, BPK Jakarta, 1965 hal. 47)
3. M.H. Finlay:
"Sesungguhnyapun demikian, kita mengakui adanya kemungkinan bahwa pada zaman dahulu ketika penyalinan buku-buku dilakukan dengan tulisan tangan, ada kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja."(Tanya jawab mengenahi Iman Kristen, Yayasan Kalam, Bandung, hal. 13)
4. Dr. B. J. Boland
"Apakah kebenaran-kebenaran dari Injil Jesus Kristus diserahkan kepada kita dalam bentuk murninya, asli dan tidak dipalsukan, ataukah telah dirubah melalui alam fikiran kebudayaan Gerika? Umumnya yang terakhirlah yang diterima oleh orang jaman kini bahwa tulisan-tulisan Kitab Perjanjian Baru pada dua abad pertama perhitungan tahun kita, pasti telah mengalami perubahan besar." (Het Johannes Evangelie, 9)
5. Dr. Mr. D. N. Mulder
"Buku ini dikarang pada waktu- waktu tertentu, dan pengarang-pengarangnya memang manusia juga, yang terpengaruh oleh keadaan waktunya dan oleh suasana di sekitarnya dan oleh pembawaan pengarang itu sendiri. Naskah-naskah asli dari Kitab Suci itu sudah tidak ada lagi. Yang ada pada kita hanya turunan atau salinan. Dan salinan itu bukannya salinan langsung dari naskah asli, melainkan dari salinan dan seterusnya. Sering di dalam menyalin Kitab Suci itu terseliplah salah salin." (Pembimbing ke dalam Perjanjian Lama, tahun 1963, hal 12 dan 13)
Dari pernyataan dan sikap terbuka beberapa teolog Kristen diatas, menunjukkan kesimpulan bahwa Bible:
1. Ditulis tanpa dasar naskah asli. Itulah sebabnya banyak salah dalam prediksi dan secara sistematis. (Dr.G.C Van Niftrik dan Dr. B.J Bolland)
2. Sekedar catatan dari orang saja. (Dr. R. Soedarmo)
3. Ditulis berdasarkan anggapan tanpa bukti kebenaran akurat. (M.H. Finlay)
4. Secara nyata keasliannya sangat diragukan dan telah terdapat perubahan besar seiring perkembangan zaman. (Dr. B. J. Boland)
5. Hanya merupakan salinan dari salinan yang tidak asli (Dr. Mr. D. N. Mulder)
Bersambung ke bagian kesebelas: "BUKTI NYATA BIBLE TAK LAGI OTENTIK ALIAS TELAH DIUTAK-ATIK DAN DIRUBAH OLEH MANUSIA (BAGIAN KESEBELAS)"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar