Sabtu, 20 Maret 2021

KONTRADIKSI KELAHIRAN YESUS MENURUT MATIUS DAN LUKAS (KAPAN, BAGAIMANA, DAN DI MANA YESUS LAHIR?) Bagian 1


Sebetulnya ada macam-macam cerita aneh tentang kelahiran Yesus ini yang bisa membuat kita yang waras serta memiliki kemampuan berfikir, akan ketawa sendiri membacanya!

Tapi untuk umkris yang hanya bermodal “Imani” saja tanpa mau berusaha mencari kebenaran, mereka mengatakan bahwa tidak ada yang aneh soal kelahiran Yesus. 

Nah, mari kita ajak mereka untuk mencermati yang satu ini saja dulu.

Menurut Lukas, kelahiran Yesus terjadi selama pemerintahan Gubernur Romawi Quirinius, pada saat itu sebuah sensus diperintahkan oleh kaisar Augustus ke seluruh dunia. Tapi masih menurut Lukas ditambah lagi menurut Matius, kelahiran Yesus terjadi ketika masa pemerintahan raja Herodes Agung.

Nah, dari sinilah kemudian timbul masalah sejarah yang sangat absurd, mengada-ada, serta tidak konsisten!

Kenapa?

Karena Herodes mati pada tahun 4 SM, atau 10 tahun sebelum terjadinya sensus Quirinius!

Selain itu, pada masa pemerintahan Herodes sendiri tidak ada catatan tentang sensus Romawi yang terjadi di wilayahnya, yakni Yudaea dan Galilee, di mana Bethlehem dan Nazareth berada. Masa itu Herodes telah memungut pajaknya sendiri dan menyerahkan upeti kepada Romawi.

Terakhir, berlakunya sebuah sensus secara serentak di seluruh wilayah kekaisaran bertentangan dengan tradisi kerajaan Romawi yang biasanya mengumpulkan pajak dari satu provinsi ke provinsi lainnya.

Karena Lukas 1:5 menyatakan kelahiran Yesus terjadi di "masa Herodes, Raja Yudea" yang mati pada tahun 4 SM, maka kemudian ia pun terpaksa mengarang sebuah cerita tentang perjalanan sangat jauh dari Galilee ke Bethlehem agar cerita kelahiran Yesus itu cocok dengan catatan sensus yang berlaku ketika "Quirinius sebagai Gubernur Syria."

Kenapa?

Karena para sejarawan tahu bawa satu-satunya sensus yang pernah dilakukan ketika Quirinius menjadi Gubernur di Syria hanya meliputi wilayah Yudaea. Bukan wilayah Galilee, dan itu pun terjadi pada tahun 6-7M, atau sepuluh tahun pasca kematian Herodes Agung!

Dalam kebingungannya (atau kepanikannya) untuk menghubungkan kisah "anak asuh" orang Galilee yang "seakan-akan" kelahiran Bethlehem itu, Lukas juga sangat keliru dalam menuliskan fakta-faktanya.

Sebenarnya, kebingungan Lukas sudah tampak jelas dalam beberapa hal yang tidak masuk akal, seperti tidak perlunya seorang wanita hamil melakukan perjalanan sejauh lebih dari 100 KM justru di hari-hari terakhir menjelang melahirkan hanya untuk sebuah sensus biasa saja, atau sama jelasnya dengan mendaftarkan Yusuf sebagai keturunan Daud di kampung leluhur, bukannya mendaftarkan Maria yang orang Lewi.

Absurd, tidak Jelas, dan mengada-ada! Tapi, sudahlah! Ini bisa kita bahas nanti saja.

Singkat cerita, pengarang-pengarang cerita kelahiran Yesus ini tanpa sadar telah menyatakan bahwa sesungguhnya keajaiban kelahiran Yesus terletak pada Maria, bukan pada Yesus! Sebab jika kedua referensi dari Lukas dan Matius benar-benar dijadikan sebagai sumber acuan, maka terlihat dengan jelas bahwa secara ajaib Maria mengandung Yesus selama 10 tahun! Sedangkan keajaiban Yesus hanya terletak pada tanah lahirnya saja, yaitu lahir di dua tempat yang berbeda! Matius menyebutkan ia lahir di Bethlehem, sementara menurut Lukas di Nazareth.


Tag:
#kristen, #Kristen yang sebenarnya, #Agama Kristen, #Agama Kristen Yang Sebenarnya, #Inilah Kristen yang Sebenarnya, #Tentang Kristen, #Tentang Paulus, #Tentang Yesus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUKTI NYATA BIBLE TAK LAGI OTENTIK ALIAS TELAH DIUTAK-ATIK DAN DIRUBAH OLEH MANUSIA (BAGIAN KEDUABELAS)

Artikel ini adalah sambungan dari artikel bagian kesebelas yang telah tayang sebelumnya, dengan judul: BUKTI NYATA BIBLE TAK LAGI OTENTIK AL...