Lantas bagaimana bila Yesus ternyata tidak disalib ???
Ternyata memang Yesus tidak disalib !!
Bahkan beberapa pernyataan dari Alkitab juga menolak klaim adanya penyaliban terhadap Yesus.
Dengan mengonstruksi doktrin soteriologi salib, gereja perdana berhasil mengubah kematian orang yang dianggap sebagai Yesus yang secara faktual adalah sia-sia menjadi kematian yang bertujuan sesuai keinginan mereka. Mereka juga dapat mengatasi kegoncangan jiwa dan rasa malu yang besar, dengan melakukan rasionalisasi atas berbagai hal buruk yang sangat tragis, yang menurut mereka telah dialami oleh Yesus.
Dalam rangka merasionalisasi inilah, sakralisasi terhadap jalan salib dan kematian atas orang yang dianggap sebagai Yesus dilakukan: Ya, memang Yesus harus disengsarakan dan dizalimi dan dibunuh karena semua ini sudah dikehendaki (Yunani: dei) Allah untuk menebus manusia dari dosa-dosa mereka (dosa warisan maupun dosa masa kini) dengan jalan mengurbankan Yesus, yang sangat sesuai dengan ajaran Paulus.
Oleh umat Kristen Perjanjian Baru, teks Yesaya dikenakan kepada orang yang dianggap Yesus, seperti dapat kita baca dalam 1 Petrus 2:22-25; khususnya ayat 24 yang memuat kutipan langsung dari teks Yesaya: "Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhnya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran.
Oleh bilur-bilurnya kamu telah sembuh." Mereka juga menempelkan ayat-ayat Perjanjian Lama pada lidah dan mulut orang yang dianggap Yesus, sehingga seolah-olah Yesus memang terlahir untuk disalibkan, seolah-olah Yesus rela mati untuk menebus dosa manusia sedunia, seolah-olah Yesus mati secara terkutuk dan mengenaskan sebagai tiket gratis ke surga.
Padahal semua itu tinggal mencomot isi Perjanjian Lama dan dimasukkan dalam Perjanjian Baru. Dan tentu saja orang yang tergantung di kayu salib dan mengatakan Eloi, Eloi lama sabhaktani oleh penulis Markus 15:34 dan Matius 27:46 (dengan mencomot Mazmur 22:1) bukanlah Yesus, tetapi orang yang dianggap sebagai Yesus.
Dengan demikian, dapat disimpulkan 3 poin penting, yaitu:
1. Yesus bukanlah hamba Tuhan yang menderita (ebed YHWH) dalam Yesaya 52 dan 53, tetapi anak kesayangan Allah dalam Mazmur 91, Mesiah versi Yahudi yang akan menjadi raja teokratis Yahudi saat itu menurut Yeremia 23, Mazmur 9 dan Zakharia 9, yang dikhianati bangsanya, namun beliau diselamatkan oleh Allah, diangkat ke langit.
2. Yesus tidak dibunuh maupun disalibkan, meskipun peristiwa penyaliban tersebut ada, tetapi yang disalib adalah orang yang diserupakan dengan Yesus, bukan Yesus.
3. Soteriologi salib tidak berasal dari Yesus, tetapi sepenuhnya ciptaan gereja perdana sesuai arahan surat-surat Paulus (seorang penyesat/ rasul palsu yang ditolak oleh Yesus/ Wahyu 2:2), yang dibangun jauh sesudah masa kehidupan Yesus. Karena itu, soterilogi salib bukan jalan keselamatan, tetapi jalan kebinasaan.
Jadi, masih percayakah anda bahwa Yesus disalibkan? (maupun sebagai tiket gratis anda ke Surga?)
Bila demikian, semestinya anda saat ini sedang hidup di dalam Surga (Mat 16:28; Mark 9:1; Luk 9:27).
Bila tidak, dan ternyata memang tidak, maka ini adalah bukti lain dari omong kosong inneracy Alkitab.
Jadi, apa yang anda tunggu?
Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar