Lantas bagaimana bila Yesus ternyata tidak disalib ???
Ternyata memang Yesus tidak disalib !!
Bahkan beberapa pernyataan dari Alkitab juga menolak klaim adanya penyaliban terhadap Yesus.
1. Mazmur/ Psalm 91 menolak klaim atas penyaliban terhadap Yesus, karena:
a. Allah mendengar tangisannya, doanya, menghilangkan rasa takutnya (Mazmur 91:15, 5, 3) dan menyelamatkannya dari penangkapan (Mazmur 91:3). (15) Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. (5) Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, (3) Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang.
b. Tak ada malapetaka yang akan menimpa Yesus, apalagi kematian melalui penyaliban! (Mazmur 91:10). (10) Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu
c. Yesus bahkan menonton pada saat orang yang mirip dengannya disalibkan (Mazmur 91:8). (8) Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.
d. Allah akan menurunkan para malaikat untuk melindungi dan mengangkatnya (Mazmur 91:11-12, 14). (11) Sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. (12) Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu. (14) Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku
e. Yesus hidup panjang umur dari sejak dilahirkan sampai akhir zaman saat ia turun kembali ke bumi (Mazmur 16). (16) Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."
Ayat-ayat Mazmur ini dijadikan dasar penolakan penyaliban Yesus, karena ayat ini pula yang menegaskan bahwa Yesus adalah anak kesayangan Allah dalam Perjanjian Baru (khususnya dalam Luk 4:10-12 dan Mat 4:5-10).
2. Yeremia 23 menolak klaim atas penyaliban terhadap Yesus, karena Yesus adalah calon raja teokratis Yahudi saat itu. (5) Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. (6)
Apabila ia memerintah, orang Yehuda akan selamat, dan orang Israel akan hidup dengan aman. Raja itu akan disebut 'TUHAN Keselamatan Kita'.
Hal yang sama juga dinubuatkan dalam Mazmur/ Psalm 9 (6) Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus! (7) Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.
(8) Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. (9) Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk."
Tetapi sayang, Yesus hanya menjadi 'raja sehari' seperti yang diungkap dalam Mat (21:1-9); Mark (11:1-10); Luk (19:28-38) dan Yoh (12;12-15), karena ia dikhianati oleh kaumnya yang bersekutu dengan penjajah Romawi, sehingga ia diangkat ke langit, diselamatkan (poin 1).
Karena itu, nubuat dari Nabi Zakharia (9:9-10) hanya terpenuhi sampai ayat 9, (9) Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar