Jumat, 19 Maret 2021

TERNYATA MENURUT ALKITAB, YESUS TIDAK DISALIB ! (BAGIAN 4)


Sambungan dari bagian 3

Lantas bagaimana bila Yesus ternyata tidak disalib ???

Ternyata memang Yesus tidak disalib !! 

Bahkan beberapa pernyataan dari Alkitab juga menolak klaim adanya penyaliban terhadap Yesus.

Figur hamba Tuhan yang menderita dalam Yesaya tersebut tentu saja bukan Yesus, karena Yesus tidak memenuhi kriteria sesuai dengan apa yang tertulis di dalamnya. Dalam konteks historisnya pun, Yesaya bukan mengarah (menubuatkan) pada suatu figur mesianik yang jauh di depan, yang belum lahir, yang akan di azab, yang azab dan kematiannya menyelamatkan, menebus umat manusia di seluruh dunia dalam segala zaman, tetapi suatu figur historis tertentu pada zaman ketika Yesaya ditulis (masa Pembuangan di Babel, abad VI SM). 

Bisa saja figur tersebut adalah seorang imam, seorang nabi Yahudi, yang azabnya mendatangkan kesembuhan, kebaikan dan kesejahteraan bagi bangsa Yahudi sendiri, bukan untuk dunia secara universal dalam segala zaman.

Bahkan dalam dokumen Yahudi ekstrakanonik juga memuat gagasan soteriologis Yahudi yang serupa. Dalam 4 Makkabe 5:1-6:28 (50 M berdasarkan 2 Makabe 125 SM) terdapat kisah tentang Eleazar, seorang tua dari keluarga imam. 

Dikisahkan, menjelang ajal sebagai seorang martir di perapian yang panas bernyala-nyala Eleazar berkata, "Ya, Tuhan, Engkau mengetahui bahwa aku dapat luput. Tetapi kini aku sekarat di dalam perapian ini demi Taurat. Berilah rakhmat-Mu pada umat-Mu; semoga kekejaman yang aku alami ini melunasi semua yang harus mereka tanggung. Biarlah darahku menyucikan mereka, ambillah nyawaku sebagai suatu pengganti bagi mereka" (6:27-28). 

Dan, hal yang terpenting adalah kenyataan sejarah bahwa pada akhirnya para pejuang Makkabe melalui pengurbanan diri mereka sampai mati syahid secara mengerikan melawan Raja Antiokhus IV Epifanes terhadap bangsa dan agama Yahudi membuahkan kemerdekaan dan penyucian bagi bangsa Yahudi untuk jangka waktu yang cukup panjang (142-63 SM). 

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Yesaya 53 terpenuhi oleh Elazar, kontras dengan gerakan Yesus yang tidak menghasilkan kemerdekaan dari bangsa Romawi, bahkan akhirnya orang Islam yang membebaskan Yahudi dari cengkeraman Romawi melalui Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 640 M, sehingga dapat dibangun Bait Suci ke-3 (Masjid Al-Aqsa) diatas 'bukit suci' yang telah dijadikan tempat pembuangan sampah oleh para penyembah trinitas.

Berdasarkan hal di atas, maka sungguh benar Allah dengan firman-Nya, dimana menyatakan mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) Isa, jadi Al-Qur'an tidak menyatakan Alkitab, tetapi menyatakan mereka/orang-orang, karena sebenarnya Alkitab pun menolak adanya pembunuhan dan penyaliban terhadap Yesus Isa Al-Masih 'alaihissalam. 

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa bagian Alkitab (Perjanjian Baru) yang mengonstruksi soteriologi salib, yang mengisahkan terbunuhnya Yesus di kayu salib, bukan berasal dari firman Allah, tetapi berasal dari orang-orang yang berselisih pendapat. Mereka inilah yang menuliskan Perjanjian Baru, jauh setelah terjadinya peristiwa penyaliban tersebut, yaitu pada permulaan abad kedua Masehi, dibawah arahan surat-surat Paulus (yang berisi doktrin dosa warisan, penebusan dosa & pembatalan hukum Taurat yang sudah lengkap sejak tahun 50 M), untuk membangun doktrin soteriologi salib dalam Perjanjian Baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUKTI NYATA BIBLE TAK LAGI OTENTIK ALIAS TELAH DIUTAK-ATIK DAN DIRUBAH OLEH MANUSIA (BAGIAN KEDUABELAS)

Artikel ini adalah sambungan dari artikel bagian kesebelas yang telah tayang sebelumnya, dengan judul: BUKTI NYATA BIBLE TAK LAGI OTENTIK AL...